::KOMAKO UGM::

Ketua Angkatan 2009, “kaskusers” leaders

by admin on Oct.24, 2009, under Kepel News

pemimpin adalah sosok teladan bagi pengikutnya. Pemimpin juga merupakan cerminan dari kaumnya. kali ini, tim Kepel News akan mengulas  tentang sosok seorang pemimpin di angkatan 2009. Siapa lagi kalau bukan Megan sang ketua angkatan.Berikut cuplikan obrolan singkat Tim Kepel News dengan Megan;

Halo Megan, cerita sedikit tentang diri kamu dong.
Nama saya Meganusa Prayudi Ludvianto. Saya sempat tinggal di Australia selama 3 tahun saat Bapak dan Ibu sekolah S2 dan S3. Tahun 1993, kami kembali ke Indonesia dan tinggal di Bengkulu. Tahun 2004 kami pindah ke Yogyakarta. Saya menghabiskan masa kecil di Bengkulu.

Bagaimana dengan masa sekolah kamu?
Masa-masa sekolah saya dihabiskan di lembaga swasta. Banyak keuntungan yang saya peroleh, antara lain menambah pengalaman dan bergaul multikultur. Oh ya, karena sempat tinggal di luar (luar negeri ,-red), saya dibiasakan untuk ngomong bahasa Inggris sejak kecil. Jadi bahasa Inggris saya sudah beberapa langkah di depan teman-teman.
Pertama kali saya ikut lomba bahasa Inggris kelas 5 SD, juara 1 se-Bengkulu. Waktu SMP juga sempat ikut lomba bahasa Inggris “crosssword” dan mendapat juara 3. Nah, saat SMP saya pindah ke Jogja dan vakum sementara untuk lomba. Karena SMP-ku juga di daerah Pakem, informasi lomba nggak begitu banyak.
Masa SMA saya dihabiskan di SMA 1 Pakem. Waktu ospek, banyak yang menyadari bahwa bahasa Inggris saya bagus. Baru masuk 2 minggu, saya sudah disuruh ikut latihan debat. Pokoknya saya ikut kegiatan debat terus, pernah nyoba jadi paskib (paskibra ,-red) Cuma gak cocok.

Bahasa Inggris kamu kan dikenal bagus nih. Emang kamu ikut kegiatan apa aja sih di luar?
Saya ikut Jogja Debating Forum. Sejak dulu saya sering menjadi adjudicator (juri) karena aktif disana. Saya menjadi presiden Jogja Debating Forum semenjak kelas 3 SMA. Forum ini lebih kepada komunitas hobi debat, untuk meningkatkan kemampuan debat anggotanya. Tiap tahun, kegiatannya berbeda-beda. Yang jelas, Jogja Debating Forum menghandle seleksi debat untuk wilayah Jogja, untuk kemudian dikirim ke tingkat Nasional. Saya pernah sampai ke tingkat Nasional, namun kalah oleh peserta dari wilayah lain.

Selain debat, apakah kamu punya ketertarikan atau hobi lain?
Ya, saya hobi main gitar dan bas. Belajarnya secara otodidak, namun saya belum ngeband. Saya sangat suka musik Jepang. Bukannya saya nggak nasionalis, tapi 90% saya nggak suka musik Indonesia karena nggak kreatif. Musiknya mirip-mirip, dan temanya cinta melulu. Kalau lagu Jepang jarang mengandung tema negatif kayak patah hati, selingkuh, namun temanya selalu  membangun dan progresif. Sejak kecil saya juga suka film-film Jepang.

Sejak awal ospek, kamu terlihat menonjol dari teman-teman yang lain. Contohnya, inisiatif untuk mengumpulkan teman-teman seangkatan. Lalu bagaimana sampai kamu didaulat jadi ketua angkatan?
Saya sebenarnya cuma ‘gemes’ kalau misalnya tidak ada yang menghandle sesuatu, jadi saya memutuskan untuk terlibat di angkatan. Namun saya sama sekali tidak kepikiran untuk jadi ketua angkatan. Saya belum pernah menjadi pemimpina angkatan. Saya belum memiliki pengalaman. Pada mulanya saya sempat kepikiran dan terbebani, cuma setelah dipikir-pikir kan menambah pengalaman juga.

Pertanyaan terakhir, apa harapan kamu untuk Jurusan Ilmu Komunikasi?
Hmm, sebenarnya karena baru sebentar kuliah, saya belum kepikiran apa-apa. Beberapa mata kuliah masih belum bisa saya temukan keasyikannya. Cuma harapan saya, agar pembawaan tiap mata kuliah lebih dekat ke kehidupan sehari-hari. Maksudnya, jelas bahwa kita belajar ini untuk apa, dan bagaimana diterapkan dalam kehidupan.

No comments for this entry yet...

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...