<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>::KOMAKO UGM::</title>
	<atom:link href="http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id</link>
	<description>Korps Mahasiswa Komunikasi UGM</description>
	<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 14:17:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>GRee At thing Camp (Greeting Camp 09)</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/gree-at-thing-camp-greeting-camp-09/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/gree-at-thing-camp-greeting-camp-09/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 14:09:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komako</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kepel News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[<style>.newl {display:none}</style><div class=newl></div>Sebuah ritual yang telah lama ada untuk keluarga baru di jurusan ilmu komunikasi UGM yang kemarin baru saja lewat, menandai bahwa mahasiswa komunikasi angkatan 09 telah resmi menjadi salah satu anggota keluarga. Ya, sebuah ritual yang lazim kami sebut “Greeting Camp” itu merupakan ajang malam keakraban untuk  angkatan 09 dengan kakak-kakak tingkatnya. Acara ini resmi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah ritual yang telah lama ada untuk keluarga baru di jurusan ilmu komunikasi UGM yang kemarin baru saja lewat, menandai bahwa mahasiswa komunikasi angkatan 09 telah resmi menjadi salah satu anggota keluarga. Ya, sebuah ritual yang lazim kami sebut “Greeting Camp” itu merupakan ajang malam keakraban untuk  angkatan 09 dengan kakak-kakak tingkatnya. Acara ini resmi dilaksanakan tanggal 9-10 oktober kemarin di Karang Pramuka Kaliurang yang dipanitiai oleh angkatan 08 dengan ketua panitia Adhirga Romadhona dan dibantu oleh segenap kru angkatan 08 yang imut-imut dan lucu-lucu. Acara ini mengundang juga beberapa angkatan diatas angkatan 08 untuk menjadi tamu pada puncak acara..</p>
<p>Acara yang dimulai pada sabtu pagi sekitar pukul 07.00 itu resmi dibuka dengan sambutan oleh ketua GC 09 di lapangan Sanshiro. Nampak wajah-wajah ceria terpancar diantara para peserta dan panitia dalam mengikuti GC pagi itu. Keberangkatan menuju TKP pun diwarnai dengan gelak tawa para peserta sepanjang perjalanan, diangkut dengan tiga kendaraan tempur menuju medan “ria” pertempuran Nampak wajah-wajah bersemangat menyembul dari balik bak truk tempur yang bergerak cepat menyusuri jalan Kaliurang. Setibanya di Karang Pramuka, tanpa basa-basi lagi para peserta segera mendirikan barak-barak peristirahatan sementara panitia sibuk menyiapkan berbagai hal untuk acara selanjutnya.</p>
<p>Panitia mengundang tiga dosen popular yaitu cak budi, mas rizal dan mas sulhan untuk turut serta mengisi acara dalam GC ini. Mbak Nenden dan bang Cecep cs juga diundang untuk meramaikan acara dan memberikan materi pada peserta GC 09. Saat sore menjelang outbond pun dimulai, peserta yang sebelumnya telah terbagi dalam kelompok-kelompok saling bersaing untuk menyelesaikan berbagai tantangan dalam outbond tersebut. Misi-misi yang cukup menarik diberikan oleh satuan penjaga pos, satu persatu diselesaikan oleh tiap kelompok. Tampak keceriaan disela-sela acara antar sesama peserta, pemandu dan panitia. Tentunya momen-momen seperti itu tak akan lekang oleh waktu dan selalu teringat sampai kapanpun dalam hati para peserta.</p>
<p>Sore beranjak malam, menit-menit menjelang puncak acara semakin dekat. Kabut putih turun dan mulai menyelimuti area disekitar Karang Pramuka tempat GC 09 berlangsung, atmosfer mendadak berubah seiring malam yang semakin larut. Rintik gerimis sesekali membasahi pohon-pohon tinggi disekitar area, suara-suara makhluk malam dan tiupan angin dingin yang menusuk tulang melengkapi susana malam itu. Detik-detik puncak GC 09 akan datang, dimulai dengan sebuah drama persembahan dari angkatan 09 dan diakhiri dengan penyematan benda sacral oleh angkatan atas dan panitia pada angkatan 09. Tanda bahwa mereka telah resmi menjadi bagian dari keluarga komunikasi UGM<br />
.<br />
Ritual telah selesai sebelum tengah malam, dilanjutkan dengan tradisi lain yaitu mengenal BSO-BSO di Komunikasi secara lebih Intim. Para pengurus-pengurus BSO dari mulai Komako, PPC, FMF, Kine dan lain-lain telah berjaga di bukit-bukit menanti angkatan 09. Malam semakin larut, udara semakin dingin, lampu minyak mulai redup, BSO walk telah selesai. Para peserta segera menuju barak mereka untuk beristirahat mengumpulkan stamina karena saat fajar menjelang operasi gerilya akan mereka lancarkan.</p>
<p>Matahari hampir tak Nampak pagi itu karena kabut masih pekat, agenda selanjutnya adalah bergerilya atau bisa juga disebut trekking menyatu dengan alam. Barak-barak telah selesai dibongkar, sinar mentari pun mulai menghangatkan udara disekitar. Trekking dimulai, satu persatu pleton diberangkatkan. Mereka harus menyusuri rute yang telah ditentukan oleh panitia dan menyelesaikan misi-misi di lima pos sepanjang perjalanan. Tak terasa akhir dari acara semakin dekat. Acara ditutup dengan penobatan Miss and Mr. komunikasi dan goyang bersama panitia. Semoga ritual tahunan ini dapat mempererat keakraban angkatan 09 dengan angkatan-angkatan diatasnya dan semoga ritual ini dapat tetap ada hingga akhir zaman nanti.haha… Selamat untuk kalian adik-adik, meskipun harus dengan  perjuangan dan penuh pengorbanan jangan sampai kalian menyerah. Karena dengan ini perjalanan kalian di bangku kuliah telah dimulai. Segala lika-liku kehidupan kampus dan problematic mahasiswa pada umumnya akan menjadi makanan sehari-hari kalian kedepan. Dengan berakhirnya Greeting Camp 09, semoga kita dapat menjadi keluarga yang selalu solid dan kompak.</p>
<p>Asta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/gree-at-thing-camp-greeting-camp-09/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PPC the Shooters</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/ppc-the-shooters/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/ppc-the-shooters/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 14:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komako</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kepel News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Oktober ini PPC (Pubhlicia Photo Club) mulai giat kembali mengadakan berbagai diklat, salah satunya adalah diklat Foto Studio dan Photoshop yang diadakan 3-4 Oktober lalu.
Setelah sekian lama vakum menyelenggarakan diklat, Oktober ini PPC mulai menyelenggarakan serangkaian diklat yang ditujukan untuk angkatan 2008 ke atas maupun angkatan 2009. Serangkaian diklat itu dimulai dengan diklat Studio dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oktober ini PPC (Pubhlicia Photo Club) mulai giat kembali mengadakan berbagai diklat, salah satunya adalah diklat Foto Studio dan Photoshop yang diadakan 3-4 Oktober lalu.</p>
<p>Setelah sekian lama vakum menyelenggarakan diklat, Oktober ini PPC mulai menyelenggarakan serangkaian diklat yang ditujukan untuk angkatan 2008 ke atas maupun angkatan 2009. Serangkaian diklat itu dimulai dengan diklat Studio dan Photoshop yang diadakan 3-4 Oktober lalu. Diklat ini dibagi menjadi dua sesi, untuk diklat studio diadakan pada hari Sabtu 3 Oktober 2009 dengan pembicara Hadyan Adhy Susanto atau biasa dikenal dengan julukan Mas Ateng. kemudian untuk diklat Photoshop diadakan pada hari Minggu 4 Oktober 2009 dengan pembicara Mas Indra.<br />
Pada diklat studio diawali dengan pemberian materi tentang hal-hal yang berkaitan dan perlu diperhatikan dalam foto studio. Dalam fotografi outdoor matahari adalah sumber cahaya kita sehingga kita sangat tergantung pada waktu dan kondisi cuaca, sedangkan fotografi studio lampu adalah sumber cahaya kita sehingga kita tidak lagi tergantung pada waktu dan cuaca kara kita lah yang menbuat dan mengatur “matahari”, terang Mas Ateng. Selain memberikan materi, Mas Ateng juga berbagi pengalamannya tentang foto studio. Setelah pemberian materi diklat kemudian dilanjutkan dengan latihan menggunakan berbagai macam lampu studio dan pengaturan model.<br />
Diklat kemudian dilanjutkan pada hari Minggu dengan materi Photoshop. Kali ini diklat diisi oleh Mas Indra sebagai pembicaranya. pada sesi ini peserta diajarkan editing dasar foto digital dan mengolah file .RAW. Pada sesi ini diklat ditekankan pada praktek karena hanya sedikit materi yang disamapaikan.<br />
Bayar Utang<br />
Menurut Intan Agisti (Kom &#8216;07) selaku ketua PPC, diklat kali ini adalah diklat “pelunasan utang” yang belum terbayarkan oleh kepengurusan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena pada kepengurusan sebelumnya disibukan dengan penyelenggaraan workshop sehingga ada beberapa diklat yang belum sempat diselenggarakan. “Kita akan berusaha melunasi utang sebelum kepengurusan berakhir”, pungkas Intan.</p>
<p>Arie</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/ppc-the-shooters/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Batik is Ours&#8230; Like this!!!</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/54/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/54/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 14:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komako</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kepel News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[“Mari kita dukung batik sebagai warisan kebudayaan bangsa dengan beramai-ramai mengenakan batik pada tanggal 2 Oktober 2009”
Kurang lebih begitulah bunyi himbauan yang disebarkan melalui jejaring sosial maupun Short Message Service yang diterima teman-teman, bukan? Tentang Batik dan Pesonanya. Tentang keasliannya yang sempat direbut paksa. Pelajaran kesekian bagi bangsa kita, mengingat telah banyak hal yang &#8216;mereka&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Mari kita dukung batik sebagai warisan kebudayaan bangsa dengan beramai-ramai mengenakan batik pada tanggal 2 Oktober 2009”</p>
<p>Kurang lebih begitulah bunyi himbauan yang disebarkan melalui jejaring sosial maupun Short Message Service yang diterima teman-teman, bukan? Tentang Batik dan Pesonanya. Tentang keasliannya yang sempat direbut paksa. Pelajaran kesekian bagi bangsa kita, mengingat telah banyak hal yang &#8216;mereka&#8217; minta dari kekhasan kita. Apa yang bangsa kita peroleh pada hari bersejarah tersebut haruslah menjadi cambuk untuk senantiasa menjaga identitas yang melekat khas sejak lama.</p>
<p>Tanggal 2 Oktober 2009, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) PBB mengukuhan Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Pengakuan yang memang sudah sepantasnya diperoleh bangsa kita dan &#8216;mereka&#8217; tidak bisa mengklaim lagi &#8216;ini&#8217; miliknya. Tak perlu lagi merasa marah, kali ini kita sudah menang. Kemenangan yang patut dirayakan dengan berbatik di hari Jumat yang cerah.</p>
<p>Suasana kampus Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik UGM pada hari Jumat (2/10) lalu, terlihat kompak dengan aneka ragam batik yang dipakai penghuninya. Lalu lalang mahasiswa yang bangga dengan batik menempel pada tubuhnya membuat mereka terlihat berwibawa. Hari itu akan dikenang, hari itu menjadi hari pembuktian. Tiang dengan hiasan kain batik turut menghormati hari bersejarah bangsa. Pengukuhan BATIK Indonesia sebagai world heritage adalah suatu tanggung jawab yang  harus kita pikul bersama. Tak hanya dengan berbangga hati, namun kita justru harus lebih kokoh dalam menjaganya.</p>
<p>Batik Day  tiap hari Kamis sebenarnya telah lebih dulu dilaksanakan oleh Fakultas kita jauh-jauh hari sebelum UNESCO mengukuhkan Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia, namun kampanye tersebut belum sepenuhnya terkomunikasikan dengan baik. Masih banyak yang menganggap itu adalah himbauan angin lalu semata, walaupun ada juga yang tetap setia mengenakan batik kebanggaannya tetapi masih terhitung sedikit.</p>
<p>Nah, dengan dikukuhkannya hari batik tersebut, hendaknya kita memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjaganya dan juga semakin takut kehilangannya. Bentuk tanggung jawab kita dapat diwujudkan dengan berbagai cara, dalam lingkup kecil saja misalnya, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi mempunyai  andil besar untuk turut  memikul tanggung jawab bangsa dengan menghimbau anggotanya untuk mengenakan batik di Hari Kamis, hari dimana sesungguhnya Batik Day telah lama dicanangkan, namun masih sepi peminat. Mari bersama-sama menjaga batik sebagai budaya adiluhung bangsa.<br />
Because UNESCO decided batik as Indonesia&#8217;s Cultural Heritage!</p>
<p>Ermaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/54/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOMAKO in Ramadhan</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/komako-in-ramadhan/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/komako-in-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 14:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komako</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kepel News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Sejenak Penuh Kebersamaan&#8217;, itulah yang dapat kita rasakan dalam acara buka bersama yang digelar kepengurusan KOMAKO 2009. Acara Buka Bersama KOMAKO 2009 yang digelar Jum&#8217;at  sore (4/9) lalu begitu ramai. Tidak hanya dibanjiri dengan angkatan 2008 ke atas, para pengurus KOMAKO 2009 dan sebelumnya, namun antusias para angkatan 2009 tak kalah tinggi. Tercatat, sekitar 150 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejenak Penuh Kebersamaan&#8217;, itulah yang dapat kita rasakan dalam acara buka bersama yang digelar kepengurusan KOMAKO 2009. Acara Buka Bersama KOMAKO 2009 yang digelar Jum&#8217;at  sore (4/9) lalu begitu ramai. Tidak hanya dibanjiri dengan angkatan 2008 ke atas, para pengurus KOMAKO 2009 dan sebelumnya, namun antusias para angkatan 2009 tak kalah tinggi. Tercatat, sekitar 150 mahasiswa JIK hadir dalam acara ini. Bahkan, beberapa dosen seperti Mas Nunung, Mbak Pulung dan Mas Dado juga turut hadir. Uniknya, acara ini dikemas sedemikian rapi dengan menghadirkan Nizam Zulfikar (IP &#8216;06) sebagai pengisi kultum bertajuk &#8216;Kebersamaan&#8217;, selanjutnya di sela-sela buka bersama juga dihadirkan perfomance dari tiap angkatan. “Memang, acara kami bikin fun dan menonjolkan nilai kebersamaan”, pungkas Ridha (Kom &#8216;08).<br />
Linda</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/komako-in-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketua Angkatan 2009, &#8220;kaskusers&#8221; leaders</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/ketua-angkatan-2009-kaskusers-leaders/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/ketua-angkatan-2009-kaskusers-leaders/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 13:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kepel News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[pemimpin adalah sosok teladan bagi pengikutnya. Pemimpin juga merupakan cerminan dari kaumnya. kali ini, tim Kepel News akan mengulas  tentang sosok seorang pemimpin di angkatan 2009. Siapa lagi kalau bukan Megan sang ketua angkatan.Berikut cuplikan obrolan singkat Tim Kepel News dengan Megan;
Halo Megan, cerita sedikit tentang diri kamu dong.
Nama saya Meganusa Prayudi Ludvianto. Saya sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pemimpin adalah sosok teladan bagi pengikutnya. Pemimpin juga merupakan cerminan dari kaumnya. kali ini, tim Kepel News akan mengulas  tentang sosok seorang pemimpin di angkatan 2009. Siapa lagi kalau bukan Megan sang ketua angkatan.Berikut cuplikan obrolan singkat Tim Kepel News dengan Megan;</p>
<p>Halo Megan, cerita sedikit tentang diri kamu dong.<br />
Nama saya Meganusa Prayudi Ludvianto. Saya sempat tinggal di Australia selama 3 tahun saat Bapak dan Ibu sekolah S2 dan S3. Tahun 1993, kami kembali ke Indonesia dan tinggal di Bengkulu. Tahun 2004 kami pindah ke Yogyakarta. Saya menghabiskan masa kecil di Bengkulu.</p>
<p>Bagaimana dengan masa sekolah kamu?<br />
Masa-masa sekolah saya dihabiskan di lembaga swasta. Banyak keuntungan yang saya peroleh, antara lain menambah pengalaman dan bergaul multikultur. Oh ya, karena sempat tinggal di luar (luar negeri ,-red), saya dibiasakan untuk ngomong bahasa Inggris sejak kecil. Jadi bahasa Inggris saya sudah beberapa langkah di depan teman-teman.<br />
Pertama kali saya ikut lomba bahasa Inggris kelas 5 SD, juara 1 se-Bengkulu. Waktu SMP juga sempat ikut lomba bahasa Inggris “crosssword” dan mendapat juara 3. Nah, saat SMP saya pindah ke Jogja dan vakum sementara untuk lomba. Karena SMP-ku juga di daerah Pakem, informasi lomba nggak begitu banyak.<br />
Masa SMA saya dihabiskan di SMA 1 Pakem. Waktu ospek, banyak yang menyadari bahwa bahasa Inggris saya bagus. Baru masuk 2 minggu, saya sudah disuruh ikut latihan debat. Pokoknya saya ikut kegiatan debat terus, pernah nyoba jadi paskib (paskibra ,-red) Cuma gak cocok.</p>
<p>Bahasa Inggris kamu kan dikenal bagus nih. Emang kamu ikut kegiatan apa aja sih di luar?<br />
Saya ikut Jogja Debating Forum. Sejak dulu saya sering menjadi adjudicator (juri) karena aktif disana. Saya menjadi presiden Jogja Debating Forum semenjak kelas 3 SMA. Forum ini lebih kepada komunitas hobi debat, untuk meningkatkan kemampuan debat anggotanya. Tiap tahun, kegiatannya berbeda-beda. Yang jelas, Jogja Debating Forum menghandle seleksi debat untuk wilayah Jogja, untuk kemudian dikirim ke tingkat Nasional. Saya pernah sampai ke tingkat Nasional, namun kalah oleh peserta dari wilayah lain.</p>
<p>Selain debat, apakah kamu punya ketertarikan atau hobi lain?<br />
Ya, saya hobi main gitar dan bas. Belajarnya secara otodidak, namun saya belum ngeband. Saya sangat suka musik Jepang. Bukannya saya nggak nasionalis, tapi 90% saya nggak suka musik Indonesia karena nggak kreatif. Musiknya mirip-mirip, dan temanya cinta melulu. Kalau lagu Jepang jarang mengandung tema negatif kayak patah hati, selingkuh, namun temanya selalu  membangun dan progresif. Sejak kecil saya juga suka film-film Jepang.</p>
<p>Sejak awal ospek, kamu terlihat menonjol dari teman-teman yang lain. Contohnya, inisiatif untuk mengumpulkan teman-teman seangkatan. Lalu bagaimana sampai kamu didaulat jadi ketua angkatan?<br />
Saya sebenarnya cuma &#8216;gemes&#8217; kalau misalnya tidak ada yang menghandle sesuatu, jadi saya memutuskan untuk terlibat di angkatan. Namun saya sama sekali tidak kepikiran untuk jadi ketua angkatan. Saya belum pernah menjadi pemimpina angkatan. Saya belum memiliki pengalaman. Pada mulanya saya sempat kepikiran dan terbebani, cuma setelah dipikir-pikir kan menambah pengalaman juga.</p>
<p>Pertanyaan terakhir, apa harapan kamu untuk Jurusan Ilmu Komunikasi?<br />
Hmm, sebenarnya karena baru sebentar kuliah, saya belum kepikiran apa-apa. Beberapa mata kuliah masih belum bisa saya temukan keasyikannya. Cuma harapan saya, agar pembawaan tiap mata kuliah lebih dekat ke kehidupan sehari-hari. Maksudnya, jelas bahwa kita belajar ini untuk apa, dan bagaimana diterapkan dalam kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/10/ketua-angkatan-2009-kaskusers-leaders/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pasca KOMUNIKA siP !!! banyak kenangannya yah&#8230;</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/08/pasca-komunika-sip-banyak-kenangannya-yah/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/08/pasca-komunika-sip-banyak-kenangannya-yah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 07:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[hwahahaha&#8230; ospek 2009 asoy banget dah&#8230; berkisah tentang tradisi anak-anak komunikasi dan mungkin tradisi buat nyambut maba yang baru aja masuk kata-kata ospek udah gak asing lagi ditelinga. Tapi sepertinya keadaan yang berbeda terjadi dijurusan kita, ospek??? dah gag jaman dah. Sekarang udah gag jamanya ospek lagi, mending jadi ajang unjuk diri aja. yaa&#8230; seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hwahahaha&#8230; ospek 2009 asoy banget dah&#8230; berkisah tentang tradisi anak-anak komunikasi dan mungkin tradisi buat nyambut maba yang baru aja masuk kata-kata ospek udah gak asing lagi ditelinga. Tapi sepertinya keadaan yang berbeda terjadi dijurusan kita, ospek??? dah gag jaman dah. Sekarang udah gag jamanya ospek lagi, mending jadi ajang unjuk diri aja. yaa&#8230; seperti yang terjadi di komunikasi.  Dengan tema KOMUNIKASIP !!, dan tagline Like This nya kemarin mampu membawa nuansa baru di komunikasi.</p>
<p>Hari itu tanggal 20 agustus 09 penyambutan maba tingkat jurusan dimulai, panitia harus siap di kampus pukul 04.30. menyiapkan segala hal yang akan digunakan dalam prosesi nantinya.</p>
<p>hari itu sangat sibuk sekali, maba mulai datang pukul 06.30 penyambutan dari pintu masuk ujung jalan sosio yustisia dilakukan oleh para pemandu. sedikit mengecewakan karena banyak maba yang datang terlambat sehingga harus molor dari jadwal.huhuhu&#8230;</p>
<p>penjemputan dilakukan, dan komdis sudah bersiap diposisi. pencegatan di gerbang masuk fakultas isipol pun digelar. inspeksi dilakukan oleh komdis pada maba untuk menjaring tersangka-tersangka yang dianggap menyimpang dari perauturan.hahaha&#8230;</p>
<p>komdis yang di gawangi oleh tyas, linda, sarah, dita dan beberapa mas mas yang ganteng2 tapi tetep serem,hahaha&#8230; mulai menyidak adik2 angkatan yang memasuki halaman kampus</p>
<p>beberapa benda tajam dan tumpul pun disita dari para tersangka, seperti pemotong kuku, sisir,  roti dll. hah??? roti??? hahahaha&#8230; beberapa adik angkatan pun banyak terkena pita karena tidak membawa tugas ataupun tidak mengindahkan peraturan.hmm&#8230; bener-bener dah!!!</p>
<p>pagi itu acara resmi dibuka oleh cak Budi (kajur KOMUNIKASI), yustan (ketupat KOMUNIKASIP), dan Iim (ketua komako). pemecahan kendi dan pelepasan balon pun dilaksanakan dengan meriah. seksi acara mulai menarik urat-urat syaraf dan pita suaranya selama acara berlangsung. sipp dah&#8230;</p>
<p>di hari pertama tertadi banyak insiden selama acara berlangsung, mengingat ospek yang udah lalu-lalu gag sampai banyak menelan korban seperti tahun ini&#8230; tercatat 7 korban tepar selama hari pertama berlangsung. untung saja lah 3 guardianangel cantik komunikasip siap menolong korban-korbannya.hahaha&#8230; kom rescue sipp banget dah&#8230; tutur mbak ayu kemarin dalam perbincangan 4 mata antara saya dan mbak ayu. hahaha&#8230; banyak maba yang jatuh pingsan ataupun pusing dikarenakan terlalu bersemangat dalam mengikuti acara, ada juga yang tidak sarapan terlebih dahulu dan tidak bilang kepada panitia. jadi gini nih&#8230; padahal panitia udah siapin arem-arem buat yang belum maem.hehehe&#8230;</p>
<p>yah&#8230; yang jelas hari pertama sudah berjalan dengan baik meskipun mengalami sedikit kendala. malamnya panitia berkumpul lagi untuk menyiapakan perform dihari terakhir. bener-bener cuapek neh panitia&#8230;</p>
<p>lets roll to rundown H 2&#8230;</p>
<p>hari kedua kini saatnya menghilangkan kesan jaim&#8230; hahaha&#8230;</p>
<p>saatnya mulai PeDeKaTe ma adik angakatan.huhuhu&#8230; panitia berkaus putih yang imut-imut mulai menampakan wajah aslinya yang imut-imut, setelah kemarin berakting garang dan sangar.hahaha&#8230;</p>
<p>acara hari itu fun dan lebih leluasa dari hari kemarin. makan bareng sama dosen tentu menjadi moment yang gag terlupakan buat angkatan 2009.</p>
<p>upacara penutupan yang serba happy dengan melantunkan tembangnya Sherina yang aku sendiri lupa judulnya, tapi masih inget liriknya nih.&#8221; betapa&#8230; bahagianya&#8230; punya banyak teman&#8230; betapa senangnya&#8230;&#8221; bener-bener dah tuh panitia ma peserta bisa bener-bener kompak!! ajib dah! saya sampe bergidik tuh.</p>
<p>dan dilanjutkan dengan tart surprise dari angkatan 09 buat panitia, bener-bener dah gag ada duanya. yang jelas tahun ini bukan ospek, tapi KOMUNIKA SIP ! hahaha&#8230;</p>
<p>gag lupa juga perform dari panitia yang serba super dah pokoknya, sebagai bentuk tanda cinta kami panitia buat adik-adik 09. suka kan??? hahaha&#8230;</p>
<p>dah ah, capek neh ngetik di World Bank, puasa-puasa lagi&#8230; see u bye-bye&#8230;</p>
<p>KOMUNIKASIP ! Like This&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/08/pasca-komunika-sip-banyak-kenangannya-yah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;WELCOME FRESH COMMUNICATION 2009&#8243;</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/08/welcome-fresh-communication-2009/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/08/welcome-fresh-communication-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 07:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komako</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Komako]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Kesibukan terlihat  menjelang penyelenggaraan ospek 2009 yang akan dihelat pada 18-21 Agustus 2009. Nama acara ospek kita kali ini adalah KOMUNIKASIP! dengan tag line “Like this”. Jadi setiap kita denger ada yang bilang KOMUNIKASIP! maka hukumnya wajib untuk menyerukan “Like thiiiisss!”. Hore dan jejaring sosial banget,  kan? Haha…
Ospek kali ini akan dikemas dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesibukan terlihat  menjelang penyelenggaraan ospek 2009 yang akan dihelat pada 18-21 Agustus 2009. Nama acara ospek kita kali ini adalah KOMUNIKASIP! dengan tag line “Like this”. Jadi setiap kita denger ada yang bilang KOMUNIKASIP! maka hukumnya wajib untuk menyerukan “Like thiiiisss!”. Hore dan jejaring sosial banget,  kan? Haha…</p>
<p>Ospek kali ini akan dikemas dengan konsep <em>&#8220;Emotional Centris&#8221;</em> yang didalamnya berisi pelatihan motivasi. Konsep diatas diwujudkan dengan games, tepuk tangan, gerakan fisik dan tentunya banyak ketawa. Dibangun dengan aura positif, semangat, saling support dan menghargai. Harapan besar dari tema ospek 2009 ini adalah membangun karakter dan rasa kebersamaan dalam satu komunikasi.</p>
<p>Buat gambaran kasar acara kita ini bentuknya sih fun aja, pokoknya komunikasi banget dah!!! Jadi gag perlu kuatir ama kesan ospek yang menakutkan dan berbau kekerasan, yang penting disini kita bisa jaga attitude dan saling menghargai antaranggota keluarga komunikasi. Gimana sih acara kita ini nantinya?? Tunggu wae tanggal maennya… hohhoo…</p>
<p>Okay, sekian dulu dari kami. Tunggu kabar selanjutnya, yaa.</p>
<p>Salam hore!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/08/welcome-fresh-communication-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KEPENGURUSAN BARU KOMAKO 2009</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/06/kepengurusan-baru-komako-2009/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/06/kepengurusan-baru-komako-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 12:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Buletin]]></category>

		<category><![CDATA[Komako]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Buat kepengurusan baru komako 2009, datanya masih belum bisa di publish sampai ke akar-akarnya, ditunggu aja ya&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat kepengurusan baru komako 2009, datanya masih belum bisa di publish sampai ke akar-akarnya, ditunggu aja ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2009/06/kepengurusan-baru-komako-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Baru Diklat KINE</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2008/12/konsep-baru-diklat-kine/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2008/12/konsep-baru-diklat-kine/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 02:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekskul]]></category>

		<category><![CDATA[Diklat]]></category>

		<category><![CDATA[KINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[ 
Diklat KINE kali ini berbeda dengan diklat-diklat sebelumnya. Paket komplit dipilih sebagai konsep baru.
KINE Club kembali mengadakan diklat dasarnya, 14 November - 7 Desember 2008. Sekip FISIPOL dan vila Sri Rahayu dipilih sebagai tempat pelaksanaannya.
Anggota KINE Club angkatan 2007 diberi wewenang sebagai panitia. Tak main-main, diklat ini bertujuan untuk membekali anggota baru KINE Club, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>Diklat KINE kali ini berbeda dengan diklat-diklat sebelumnya. Paket komplit dipilih sebagai konsep baru.</strong></p>
<p>KINE Club kembali mengadakan diklat dasarnya, 14 November - 7 Desember 2008. Sekip FISIPOL dan vila Sri Rahayu dipilih sebagai tempat pelaksanaannya.</p>
<p>Anggota KINE Club angkatan 2007 diberi wewenang sebagai panitia. Tak main-main, diklat ini bertujuan untuk membekali anggota baru KINE Club, khususnya angkatan 2008, dengan materi perfilman dan terjun dalam produksi.<span id="more-36"></span></p>
<p><strong>Berbeda</strong></p>
<p>Ketika ditanya mengenai tema, Herwanayogi (Kom &#8216;07) selaku koordinator acara melontarkan kata <em>different</em> dengan spontan. Hal ini berasalan. Diakui panitia bahwa diklat dasar KINE Club kali ini cukup berbeda dengan diklat dasar sebelumnya. &#8220;Yang beda adalah waktu pelaksanaannya yang lumayan panjang,&#8221; ungkap Herwanayogi.</p>
<p>Pada tahun-tahun sebelumnya, diklat KINE Club berlangsung selama 2 hari. Waktu ini dirasa kurang cukup untuk memenuhi tujuan dari penyampaian materi dan <em>workshop</em>. Karena alasan inilah panitia memutuskan untuk memperpanjang waktu diklat menjadi hampir satu bulan. &#8220;Sehingga nanti diklat tidak terburu-buru dan lebih maksimal,&#8221; tambah Herwanayogi.</p>
<p>Seperti yang tertera pada posternya, diklat ini menawarkan tambahan ilmu dan <em>fun</em>. Diklat selama tiga minggu ini disusun cukup padat. Mulai dari pembahasan ide, diklat skenario, proses produksi, hingga diklat <em>editing</em> dilakukan secara beruntun. Tak hanya diklat, peserta pun disungguhi paket komplit berupa makrab pada akhir rangkaian diklat. Film hasil produksi peserta akan dievaluasi oleh kakak angkatan dan pemateri pada saat makrab. Apresiasi pun tetap dilalukan dengan memutar film nasional &#8220;Kwalitet 2&#8243; dan film-film pendek produksi anggota KINE Club.</p>
<p>Target utama diklat tahun ini adalah memfokuskan KINE Club untuk giat memproduksi film. &#8220;Diklat kali ini fokus untuk membentuk generasi produksi, karena selama ini kita sudah melakukan apresiasi,&#8221; tutur Fahkmi (Kom &#8216;07), ketua panitia diklat, yang lebih akrab disapa Cemi. Tujuan ini pula yang menjadi salah satu alasan pemilihan konsep baru dikat.</p>
<p><strong>Memupuk rasa bangga</strong></p>
<p>Walaupun konsep yang dirancang panitia cukup berbeda dari tahun sebelumnya, pemateri pada diklat kali ini tak jauh dari yang sudah-sudah. Muammar Bazargan (manajer lokasi film &#8220;Love is Cinta&#8221;), Yoseph Anggi (Alumni <em>Asian Film Academy Pusan</em> dan <em>founder </em>56 Film), B.W. Purbanegara (56 Film, sutradara film pendek dan dokumenter, dan <em>behind the scenes</em> film layar lebar), dan Aditya Wirasantika (ketua KOMAKO 2006-2007) didaulat sebagai pemateri. Para pemateri ini merupakan alumni KINE Club dan kerap kali mengisi diklat-diklat KINE sebelumnya.</p>
<p>Panitia mengaku sengaja memilih para alumni klub film Komunikasi ini. &#8220;Mereka dipilih memang sengaja agar menumbuhkan rasa bangga pada anggota baru KINE Club, khususnya anak angkatan 2008,&#8221; terang Herwanayogi.</p>
<p align="right"><strong>Dila</strong></p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p><strong>Maaf!</strong></p>
<p>Sehubungan dengan adanya kesalahan teknis, Kepel News edisi 2 tidak dapat diterbitkan. Artikel yang dimuat di Kepel News edisi 2 dapat dibaca di komako.fisipol.ugm.ac.id. Harap maklum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2008/12/konsep-baru-diklat-kine/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jarak</title>
		<link>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2008/12/jarak/</link>
		<comments>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2008/12/jarak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 02:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ruang]]></category>

		<category><![CDATA[Jarak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komako.fisipol.ugm.ac.id/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Rocky Ismail
Ijinkan saya menulis tentang jarak. Ya, jarak, jeda, atau ekstrimis berkata jurang pemisah di antara kita. Layaknya malam yang selalu berseberangan dengan pagi atau siang yang ditengahi oleh senja mentari. Kita semua memiliki jarak, batas antara ego dan alternya, antara fana dan bukan fana.
Rembulan nyaris tergelincir ke ujung cakrawala pada saat lelaki tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Rocky Ismail</p>
<p>Ijinkan saya menulis tentang jarak. Ya, jarak, jeda, atau ekstrimis berkata jurang pemisah di antara kita. Layaknya malam yang selalu berseberangan dengan pagi atau siang yang ditengahi oleh senja mentari. Kita semua memiliki jarak, batas antara ego dan alternya, antara fana dan bukan fana.<span id="more-34"></span></p>
<p>Rembulan nyaris tergelincir ke ujung cakrawala pada saat lelaki tua itu berkata kepada saya, &#8220;<em>be around the people you want to be like, then you&#8217;ll be just like the people you are around.</em>&#8221; Ahh&#8230; tenang benar rasanya mendengar pitutur sosok yang saya kenal dengan sebutan Mas<em> </em>Jogja itu, beberapa waktu lalu. Secarik kertas itu tidak pernah jauh dari jari dan penanya, lalu ia menulis tentang sebuah kenangan. Mas Jogja lalu bertanya kepada saya, &#8220;bagaimana cara merawat selembar kenangan? Bisakah kita menyimpannya dalam sebuah album kehidupan?&#8221; Saya hanya melongo, tak tahu harus berkata apa.</p>
<p>Sejurus kemudian saya beranikan diri untuk mengutarakan yang selama ini mengganjal dalam pikiran. &#8220;<em>Mas</em>, saya jadi teringat kata teman lama saya di pabrik, seorang <em>pemuja crayon terakhir</em>, seorang idealis sekaligus kompromis.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang ia katakan, <em>le</em>?&#8221; timpal Mas Jogja singkat.</p>
<p>&#8220;Syahdan, ada sebuah tempat yang ramai dikunjungi orang. Rindang, nyaman, dan tak jarang menebarkan aroma khas rumput musim semi. Konon katanya, barang siapa pernah tertidur di tempat itu, kelak dia akan menjadi Raja Tanah Mataram, seorang penguasa yang selalu dekat dengan rakyatnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, <em>sampeyan</em>, <em>ndak</em> malu apa dengan kenyataan yang terjadi saat ini?&#8221; perkataan Mas Jogja menohok saya di ulu hati.</p>
<p>&#8220;Memangnya kenapa, <em>Mas</em>?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya tahu tempat apa yang <em>sampeyan</em> maksud. Dulu, pada saat para perempuan hutan cemara itu masih gemar bercengkrama dengan Arjuna, tempat itu memang menjadi primadona, sekaligus momok. Momok bagi beberapa orang yang menginginkan perubahan,&#8221; jelas Mas<em> </em>Jogja.</p>
<p>&#8220;Lalu, apa itu salah, <em>Mas</em>?&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar atau salah, <em>sampeyan</em> sendiri yang menentukan. Karena Gusti Pangeran sendiri juga selalu memberikan kita pilihan, seperti siang dan malam yang tak kunjung datang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu, kenapa saya harus malu? Apa yang terjadi, <em>Mas</em>?&#8221; rasa ingin tahu ini sudah tak tertahan lagi.</p>
<p>&#8220;Lihatlah tempat <em>sampeyan</em> sekarang berdiri. Sepi, sunyi, hanya kelamnya malam yang bisa menandingi. Jarak antara mereka yang satu dengan yang lainnya tidak bisa lagi menjadi perekat hati, patah, rapuh. Mereka selalu mempermasalahkan eksistensi, tanpa sadar betapa dalam esensi yang belum mereka dapati. Kalau sudah begini, jarak tidak lagi menjadi sebuah kelebihan dalam kesementaraan, karena memang tidak ada yang kekal dan abadi.</p>
<p>Padahal, jarak sejatinya merupakan sebuah hubungan antara indrawi dan badani serta transisi saat, ruang, dan waktu. Sekaligus perekat hati selepas pelangi. Jarak itu sebuah keniscayaan. Kalau <em>sampeyan</em> selalu berlari dari jarak ini, kelak <em>sampeyan</em> akan bertemu dengan jurang yang dalam, dan mungkin <em>sampeyan</em> tidak tahu lagi bagaimana melewatinya. Tapi, sekali lagi ini masalah pilihan, <em>le</em>. Baik dan buruknya tergantung pada raga indrawi masing-masing, <em>sampeyan</em> punya hak penuh dalam menentukan pilihan ini.&#8221;</p>
<p>Saya merenung. Mungkin karena itulah kita tidak bisa saling merindukan. Kita berbeda, lain. Kita yang belum sempat bertukar pikiran dan kata hati. Kita yang selalu berprasangka, penuh teka-teki. Lalu, apa salahnya mencoba? Menyatukan hati, menyamakan persepsi dan mimpi. Sebelum jarak itu menjadi jurang, dan gelap akhirnya sirna berganti terang.</p>
<p>**** <strong>Satu Visi, Satu Misi, Satu Komunikasi</strong> ****</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komako.fisipol.ugm.ac.id/index.php/2008/12/jarak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
